All our publications and other materials

Current publications | Search

WKLB Vol. 21 No.4

Warta Konservasi Lahan Basah sebagai sarana kecil dalam berbagi informasi dan pengalaman di bidang perlahanbasahan, terus berupaya mengetengahkan informasi-informasi dan pengalaman dari berbagai kalangan di berbagai tempat. Semoga agihan sederhana ini dapat menjadi bahan inspirasi dan edukasi bagi kita semua.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol 21 No.3, Juli 2013

Kami haturkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya khususnya kepada seluruh penulis yang telah secara sukarela berbagi pengetahuan dan pengalaman berharganya untuk dimuat pada majalah ini.

 Read more ...

Membangun bersama Alam untuk Ketahanan Pesisir

Brosur ini menjelaskan konsep hybrid engineering dan memberikan alasan untuk beralih dari ketergantungan pada struktur keras, dan bergerak menuju bekerja bersama dan dengan alam untuk ketahanan pesisir. Informasi yang terdapat dalam brosur ini dapat digunakan oleh para pembuat kebijakan dan praktisi ketika mempertimbangkan opsi untuk perlindungan pantai di daerah tropis.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 21 No. 2, April, 2013

Air adalah sumber kehidupan. Ia akan terjaga dengan baik apabila lahan basah sebagai wadah dan sumber air juga terkelola dengan baik. Kerusakan lahan basah, akan berdampak timbulnya bencana alam, kelangkaan air bersih, dan hancurnya bumi yang kita pijak ini. Untuk itu, pengelolaan antara lahan basah, air dan bumi haruslah terpadu dan tidak bisa dipisah-pisahkan.

 Read more ...

State of the Art Information on Mangrove Ecosystems in Indonesia

Indonesia is a tropical archipelago with coastlines measuring a total length of 95,181 km, making it the country with the fourth longest coastline in the world (EarthTrends WRI, 2003, and Rompas, RM.2009). All along the coast are the estuaries of rivers great and small that flow the whole year round thereby enabling mangroves to thrive, particularly on shores sheltered from the waves, such as lagoons, deltas, coral and sand bars. Currently, Indonesia’s mangroves cover 30,000 square kilometres, 21% of the global total mangrove area, and contain 45 (not including introduced species) of the world’s 75 species of true mangrove (Spalding et al., 2010). As a result, Indonesia is known as the country possessing the most mangroves, both in terms of area and number of species.

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah Vol. 20 No.4 Oktober 2012

Melalui kegiatan yang aktif saat ini dilakukan, WI-IP bersama mitra-mitra terkait terus mencoba berusaha memulihkan dan mengembalikan “kekuatan” ekosistem lahan basah khususnya pesisir melalui kegiatan rehabilitasi kawasan. Secara sinergi, kegiatan rehabilitasi tersebut juga diikuti dengan pengembangan perekonomian masyarakat. 

 

 
 Read more ...

Rehabilitasi Ekosistem Pesisir di Kabupaten Ende, NTT

 Upaya Pengurangan Resiko Bencana melalui kegiatan rehabilitasi pesisir dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat

 Read more ...

Rehabilitasi Ekosistem Pesisir di Kabupaten Sikka, NTT

 Upaya Pengurangan Resiko Bencana, melalui kegiatan rehabilitasi di Kab. Sika

pesisir dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat
 Read more ...

Rehabilitasi Ekosistem Pesisir di Desa Sawah Luhur, banten

 Upaya Pengurangan Resiko Bencana dan adaptasi terhadap Perubahan Iklim, melalui kegiatan rehabilitasi dipadukan dengan peningkatan ekonomi masyarakat (Bio-rights)

 Read more ...

Warta Konservasi Lahan Basah

Berbagai informasi dan pengalaman dari para penulis tentang kabar lahan basah akan coba kami paparkan kolom demi kolom. Dari belahan timur negara kita tersaji informasi tentang mangrove dan etnis Papua. Sangat menarik untuk disimak tentang bagaimana potensi, pemanfaatan dan konservasi yang sedang dan akan dilakukan disana. Lalu, apa kabar lahan basah di bumi belahan barat negara kita, khususnya di Aceh pasca tsunami 2004 lalu? Simak informasinya pada kolom Konservasi Lahan Basah
bertajuk “Tujuh tahun pasca tsunami di Aceh”.

 Read more ...
Pages: 2 of 10